Minggu, 18 Maret 2012

Tak Cukup Perlakukan Pasangan sebagai "Suami"

Pacaran merupakan saat-saat terindah, karena di sinilah sifat-sifat romantis tercipta. Ketika memasuki gerbang pernikahan, perlahan-lahan romantisme dan berbagai perbuatan manis ini akan berkurang atau justru menghilang. Hal ini antara lain disebabkan para suami yang merasa bahwa Anda sudah jadi miliknya, sehingga tidak perlu diperjuangkan kembali.

Kesalahan pandangan inilah yang bisa membunuh romantisme, dan tak jarang menyebabkan sering terjadinya pertengkaran atau bahkan perceraian. Padahal sebenarnya menurut konsultan pernikahan Indra Noveldy, keromantisan dalam rumah tangga sangat diperlukan untuk mempererat dan mengharmoniskan hubungan rumah tangga.

"Ketika memutuskan untuk menikah, maka kita harus berkomitmen untuk hidup bersamanya selama sisa hidup kita. Tak jarang ada rasa bosan, maka beragam kejutan yang romantis bisa digunakan untuk menghidupkan rasa cinta kembali seperti ketika pacaran," jelas Indra dalam acara yang diadakan Molto di City Plaza, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Indra, ketika menikah banyak pasangan yang tidak menjadikan pasangan hidupnya seperti kekasih yang harus dijaga setiap saat agar tidak berpaling. "Seorang pasangan yang harmonis haruslah memiliki pasangan yang diperlakukan dengan kriteria PISIK," bebernya.

PISIK merupakan kepanjangan dari partner, istri, sahabat, ibu, dan kekasih. Hal ini tentu tak terbayangkan oleh kebanyakan pasangan menikah yang hanya memperlakukan pasangan sebagai istri dan ibu dari anak-anak saja. Kesalahan ini tidak hanya dilakukan pria terhadap istrinya, tapi juga perempuan terhadap suaminya.

1. Partner. Dalam kehidupan, setiap orang akan mengalami jatuh bangun. Sudah selayaknya ketika menikah, pasangan menjadi partner yang siap membantu untuk menghadapi setiap masalah yang dialami. Setiap hari Anda selalu bersama dengannya di rumah, maka pastikan bahwa pasangan adalah partner yang terbaik untuk menjalani hidup dan mengatasi masalah bersama-sama, baik masalah keluarga, pribadi, maupun pekerjaan. Ketika menjalani kehidupan rumah tangga sebagai partner, hal ini menjadi suatu bentuk romantisme tersendiri.

2. Istri/suami. Saat menikah, status seseorang pasti akan berubah dari kekasih menjadi istri atau suami. Sudah sepantasnya jika pasangan diperlakukan seperti "jabatannya", yaitu sebagai istri ataupun suami dalam kehidupan rumah tangga. Dengan adanya rasa menghargai dan menghormati sesuai "jabatannya", masalah rumah tangga bisa diminimalisasi.

3. Sahabat. Setiap orang pasti memiliki sahabat tempat mencurahkan semua perasaan, cerita kehidupan, sampai problem yang dihadapi. "Dengan adanya sahabat, setiap masalah pasti akan terasa lebih cepat selesai, dan perasaan menjadi lebih lega," tambahnya. Dengan memperlakukan pasangan sebagai sahabat terbaik, tidak ada lagi hal yang ditutupi dari pasangan, sehingga komunikasi akan terjaga baik.

4. Ibu/Ayah. Salah satu kriteria pasangan hidup yang dicari adalah, pasangan yang lebih dewasa dan mampu mengayomi Anda untuk menjadi orang yang lebih baik. Tak salah jika kita mencari figur ibu atau ayah dalam diri pasangan, dan memperlakukannya seperti itu terutama ketika sudah memiliki anak.

5. Kekasih. Sebagian besar pasangan melupakan status istri atau suami sebagai kekasih. Padahal, meski sudah berstatus sebagai istri atau suami sebaiknya kita tidak menghilangkan perasaan terhadap pasangan sebagai kekasih. Dengan menjadikan pasangan sebagai kekasih, Anda pasti akan berjuang sekuat tenaga untuk membahagaiakan pasangan, dan menekan pertengkaran dengan hal-hal romantis yang dilakukan.

"Perlakukan pasangan sebagai kekasih seumur hidup yang harus selalu dipupuk cintanya agar semakin tumbuh. Karena cinta sebenarnya juga butuh diisi ulang, caranya dengan memperlakukannya seperti kekasih dan melakukan hal romantis," pungkas Indra.

6 Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi pada Pasangan

Masalah keuangan merupakan salah satu alasan utama terjadinya perceraian dalam keluarga dan keributan di antara pasangan. Artikel dibawah ini adalah rangkuman dan kutipan dari artikel The Six Financial Mistakes Couples Make - SmartMoney.com.

Untuk kebanyakan pasangan, membicarakan hal keuangan adalah sesuatu yang tabu. Tidak jarang pasangan memasuki pernikahan tanpa mengetahui gaji pasangannya.Kalau biaya hidup rendah maka masalah gaji masih merupakan hal yang ringan untuk dibicarakan. Tapi kalau tidak mencukupi biaya hidup, apa yang akan dilakukan? Lalu bagaimana halnya dengan HUTANG? Berapa banyak pasangan kita yang mengetahui hal ini? Bagaimana halnya dengan kebiasaan hidup pasangan kita? Apakah pasangan kita boros dan suka belanja? Apakah pendapatan saya atau berdua bisa memenuhi kebutuhan ini?

Jika anda dan pasangan mengalami kesulitan keuangan, jangankan membuat kesepakatan akan tindakan yang harus dilakukan, membicarakan atau mendiskusikan saja bisa membuat pusing kepala dan rumah tangga menjadi tegang.

Menurut Mary Claire Allvine, ahli financial planner and penulis buku “”The Family CFO: The Couple’s Business Plan for Love and Money”: “Orang cenderung menjadi emosional dan reaktif mengenai hal keuangan, dan tidak berpikir secara strategis”.Ketika emosi ini tinggi, orang cenderung membuat kesalahan yang lebih besar lagi dalam keuangan. Solusi yang diberikan Allvine adalah: perlakukan urusan keuangan keluarga sebagai urusan keuangan perusahaan atau bisnis. Dengan demikian anda akan menjadi lebih sistematis dan tidak terlalu emosi dalam menanganinya.

Di bawah ini adalah 6 kesalahan yang sering terjadi pada pasangan dalam mengatur keuangan. Serta tips untuk membantu anda:

1. Menyatukan atau Tidak Menyatukan Keuangan

Salah satu masalah pertama yang dihadapi pasangan yang baru menikah adalah bagaimana mengatur keuangan. Apakah sebaiknya menyatukan tabungan dan gaji dalam satu rekening, atau sebaiknya masing-masing pasangan mempunyai rekening sendiri kemudian membuat satu rekening terpisah untuk membiayai kebutuhan rumah tangga?

Survei dari majalah SmartMoney menemukan bahwa 64% pasangan di Amerika menyatukan seluruh uang mereka dalam satu rekening bersama. 14% pasangan menyimpan uang mereka dalam rekening masing-masing, dan 18% melakukan keduanya: sebagian uang disimpan dalam rekening masing2 dan membuat rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga.

Ginita Wall dari Women’s Institute for Financial Education menyarankan pasangan untuk mencoba beberapa cara untuk menentukan cara mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk pasangan baru, pilihan yang tepat bisa saja gabungan antara rekening sendiri dan rekening bersama. Mengapa? Ruth Hayden, penulis “For Richer, Not Poorer: The Money Book for Couples.” mengatakan, bahwa walaupun pasangan muda, sebagai individu yang berbeda sebaiknya mempunyai kebebasan untuk mengelola kebutuhan keuangan masing-masing, mereka harus belajar bagaimana menjadi pasangan dengan mengatur keuangan bersama. Dengan berjalannya waktu, ketika kebutuhan rumah tangga menjadi lebih besar dengan adanya anak-anak atau cicilan rumah, dsb, banyak pasangan yang merasa bahwa menggabungkan keuangan dalam rekening bersama jauh lebih mudah. Atau jika kebutuhan hidup pasangan sudah tinggi karena tingginya biaya hidup di kota besar, maka mengatur keuangan keluarga dengan menggabungan pendapatan akan lebih effisien.

Saran ini akan berbeda ketika salah satu pasangan memasuki pernikahan dengan hutang yang cukup besar.

2. Menghadapi Hutang

Dari semua masalah yang menyebabkan pertengkaran. Masalah hutang menempati ranking pertama dari hasil survey SmartMoney. “Hutang adalah persoalan dimana pasangan paling tidak bisa sepakat”. Masing-masing pasangan biasanya tidak mempunyai ukuran yang sama dalam melihat apakah hutang yang ada itu terlalu besar atau jenis hutang apa yang merupakan hutang yang bermasalah.

Alangkah baiknya jika masing-masing pasangan bisa terbuka mendiskusikan hal keuangan SEBELUM masuk dalam pernikahan. Apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi masalah hutang?

Disukai atau tidak, ketika anda menikah, hutang pasangan anda bisa menjadi masalah anda dan sebaliknya. Untuk pasangan yang belum menikah, tidak ada salahnya membuat perjanjian PISAH HARTA. Perjanjian PISAH HARTA bisa dilakukan untuk melindungi harta atau asset seseorang dari hutang pasangannya (JIKA hutang itu berasal dari institusi). Di Indonesia, di mana sistem legal tidak terlalu kuat, perjanjian PISAH HARTA belum tentu bisa di teguhkan. Apalagi kalau pasangan atau anda berhutang kepada rentenir yan menggunakan kekerasan untuk menagih hutangnya.

Untuk anda yang sudah menikah, carilah jalan keluar bersama untuk mencicil hutang secepatnya, walaupun anda harus mengencangkan ikat pinggang.

3. Monitor Pengeluaran

Cara yang salah: Saya hemat, kamu yang boros. Ini masalah besar.

Cara yang baik: Kita berdua ada pengeluaran dan kebutuhan yang berbeda, mari susun budget bersama

Suami anda sering mengkritik bahwa anda terlalu boros. Tetapi suatu hari anda pulang dan menemukan TV baru yang canggih dan besar. Suami anda tersenyum lebar dan menjelaskan bahwa TV itu harganya istimewa sekali dan dia tidak bisa tidak beli.

Anda pernah mengalami hal serupa? Pengeluaran menempati urutan ke 2 dalam pertengkaran pasangan. Apa yang terjadi biasanya adalah salah satu dari pasangan menuduh pasangannya boros dan menguras semua uang yang ada. Cobalah anda periksa diri. Apakah anda banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan belanja pribadi dan memprioritaskan belanja barang pribadi diatas kebutuhan rumah tangga?

Hasil research menemukan bahwa seseungguhnya, jumlah pengeluaran uang wanita dan pria sama. Hanya jenis barang yang mereka beli berbeda. Wanita biasanya mengeluarkan uang sebagian besar untuk kebutuhan sehari-hari: belanja di pasar, supermarket, belanja untuk pakaian anak-anak dan suami, belanja peralatan dapur – sedangkan pria mengeluarkan uang untuk pembelian yang besar: TV, computer, motor, mobil. Kalau pengeluaran masing-masing dijumlahkan, maka jumlah pengeluar wanita dan pria hampir sama. Tetapi karena jenis barang dan frekuensi belanja itu berbeda, maka persepsi mengenai siapa yang lebih boros pun berbeda.

Saya menjelaskan hal diatas bukan untuk dipakai sebagai alasan untuk belanja yang tidak terkendali. Justru sebaliknya. Jika ada pertengkaran mengenai hal ini, anda dan pasangan harus menemukan akar masalahnya. Mungkin anda berdua harus mulai berhemat dan mengurangi pengeluaran. Duduklah bersama dan masing-masing memutuskan berapa jumlah uang yang dialokasikan untuk kebutuhan pribadi sehari-hari: kebutuhan pakaian, salon, rekreasi, pariwisata, pembelian barang mewah, dsb.Buatlah daftar HIS and HERS. Negosiasikan jumlahnya.

Ingatlah bahwa kebutuhan ini adalah kebutuhan sekunder. Jadi pikirkanlah dahulu kebutuhan rumah tangga yang PRIMER: sewa rumah, cicilan rumah, makan, listrik, telepon, air, kesehatan, sekolah, transportasi.

4. Merahasiakan Pendapatan dan/atau Tabungan dari Pasangan

Menyembunyikan pendapatan atau sejumlah tabungan dari pasangan anda bisa menimbulkan pertengkaran. Banyak pasangan melakukan hal ini, baik karena sang istri terlalu cerewet dalam menuntut suami untuk member lebih banyak lagi atau karena sang suami (atau istri) men-support anggota keluarga, kebiasaan buruk seperti judi atau bahkan adanya pacar baru!

Kalau anda mengenal dan mempercayai pasangan anda, perlukah anda menyembunyikan pendapatan atau tabungan dari pasangan anda? Adakah alasan2 tertentu yang membuat anda HARUS menyembunyikan pendapatan atau tabungan dari pasangan? Apakah pasangan anda mempunyai masalah dengan kebiasaan buruk seperti judi dan hutang? Kalau ini yang terjadi, carilah pertolongan professional, baik itu konselor, psikolog atau akuntan untuk menyelesaikan masalah yang ada daripada anda dan pasangan hidup diatas kebohongan.

5. Menyisihkan Uang Untuk Kebutuhan Darurat

Per-ekonomian suatu negara pasti ada pasang surutnya. Jika ekonomi baik, perusahaan-perusahaan bisa berkembang. Dengan adanya perkembangan, perusaaan pun biasanya menambah karyawan. Namun sebaliknya, jika ekonomi sedang surut, perusahaan besar, kecil maupun perorangan akan merasakan dampaknya. Tidak sedikit perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawannya. Ingat tahun 1998? Secara sangat tiba-tiba, kondisi ekonomi sangat buruk, ditambah dengan kekacauan social dan politik.

Di level yang lebih kecil lagi, kejadian yang tidak terduga seperti kecelakaan, sakit, atau alasan lain yang berdampak negative terhadap keuangan keluarga bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Apakah anda siap menghadapi kemungkinan ini?Jika anda dan pasangan tidak memiliki tabungan untuk masa darurat, kehidupan rumah tangga anda akan berubah drastic. Biasanya dalam kasus seperti ini, orang mudah panik dan stress karena tidak adanya persiapan sama sekali.

Sebaiknya anda memiliki tabungan untuk masa darurat sejumlah 3-6 bulan. Taruhlah di bank yang dijamin pemerintah. Tabungan deposito atau tabungan berjangka lainnya bisa memberikan bunga yang lebih tinggi dari tabungan biasa. Berpikirlah dengan bijaksana. Kontrol diri anda dalam mengeluarkan uang, terutama untuk kebutuhan2 sekunder anda.

6. Investasi Uang Secara Bijaksana

Jika kebutuhan rumah tangga sudah tercukupi dan anda bisa menabung untuk emergency, anda dan pasangan bisa mulai memikirkan jenis investasi apa yang bisa memberikan anda bunga atau hasil yang lebih tinggi. Sebaiknya, anda dan pasangan anda memikirkan bersama jenis-jenis investasi apa yang bisa dilakukan sesuai dengan target dan kebutuhan finansial anda.

SmartMoney survey menunjukkan bahwa pria lebih berani mengambil resiko dalam hal investasi. (62% pria, 19% wanita). Daripada anda dan pasangan bertengkar mengenai berapa besar resiko yang berani diambil untuk investasi, bicarakan dengan baik-baik dan mintalah saran dan pendapat dari beberapa orang yang mengerti mengenai hal ini. Jika anda mempunyai kebutuhan financial dalam jangka pendek, 1-3 tahun, maka janganlah terlalu agresif untuk menginvestasikan uang anda. Money market, deposito berjangka, bonds, reksadana adalah contoh investasi yang cukup aman untuk jangka pendek. Sedangkan stock lebih tepat untuk investasi jangka menengah atau panjang karena fluktuasi dan resiko stok lebih besar dibandingkan jenis investasi lainnya.

Jenis investasi tidak hanya terbatas dengan produk2 perbankan. Bisa juga dalam bentuk emas, tanah, dan rumah. Untuk tanah dan rumah, carilah tempat yang strategis dan persiksalah dengan sangat teliti mengenai keaslian sertifikatnya. Tidak sedikit orang yang tertipu dalam urusan tanah ini. Disarankan untuk men-cek keaslian sertifikat langsung ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Apapun jenis investasi anda, diskusikan bersama setiap tahunnya. Sekali lagi banyak bertanya kepada orang2 yang mengerti hal investasi ini.

Selamat mengatur keuangan keluarga!

Sumber: http://unik.kompasiana.com/2011/01/21/6-kesalahan-finansial-yang-sering-terjadi-pada-pasangan/

Selasa, 13 Maret 2012

Pak, Bu, Tolong Jangan Katakan Hal Ini pada Anak Anda

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu?

''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''

Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''

''Kamu Itu...''

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

''Jangan Nangis''

Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''


''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''

''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak Anda menjadi orang yang berbeda.

Sumber: http://id.she.yahoo.com/pak-bu-tolong-jangan-katakan-sembilan-hal-ini-071835193.html

Minggu, 11 Maret 2012

Sumber Pemborosan Tiap Hari

Tanpa sadar sehari-hari kita melakukan pemborosan. Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

1. Telat bayar tagihan
Denda dengan jumlah yang kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa. Jika lembar tagihan belum datang dan tenggat tagihan sudah dekat, sebaiknya hubungi perusahaan bersangkutan untuk mengetahui jumlah tagihan. Apalagi untuk kartu kredit, terlambat bukan hanya membayar denda, tapi juga bunga.

2. Pembelian yang tidak masuk akal
Sering wanita membeli pakaian yang terlalu besar dengan niat membawanya ke tukang jahit. Atau sebaliknya, terlalu kecil dengan harapan suatu saat akan pas di badan setelah diet habis-habisan. Percayalah, hampir sebagian besar kasus ini tidak akan berakhir sesuai rencana. Kemungkinan Anda terlalu sibuk untuk membawa baju tersebut ke tukang jahit atau tak sempat melakukan diet sehingga baju tersebut hanya akan menjadi penghuni abadi lemari Anda.

3. Terlalu sering makan di luar
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Bukan berarti Anda dilarang makan di luar atau ngopi-ngopi bersama teman usai bekerja. Tetapi ketahui batasan Anda dan jika sudah melebihi jatah bulanan, mau tak mau kompensasikan dengan mengurangi pengeluaran lain. Misalnya sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

4. Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Jika Anda harus naik dari lantai dasar ke lantai 6 untuk menuju ATM bank Anda sedangkan di depan mata ada ATM bank lain, jangan mudah tergoda. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya. Pelajari penawaran dari bank Anda. Beberapa bank menawarkan transaksi gratis dengan syarat tertentu.

5. Pembelian impulsif
Diskon atau promosi kartu kredit seringkali menjadi titik lemah para wanita saat berbelanja. Promosi beli satu dapat satu ekstra, potongan harga jika berbelanja dengan jumlah tertentu, atau hadiah spesial dengan pembelanjaan khusus seringkali merupakan penawaran yang sulit ditolak. Memang kedengarannya klasik, tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jika Anda belum bisa membayangkan menggunakan benda tersebut lebih dari dua kali, sebaiknya lupakan saja niat membeli. Bayangkan ada berapa barang di lemari Anda yang belum pernah dipakai, bahkan sekali pun.

6. Benda sekali pakai
Karena ada acara olahraga di kantor, Anda memaksakan diri membeli celana olahraga baru atau membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema pernikahan kawan. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

7. Menggunakan kendaraan untuk jarak dekat
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dengan menggunakan bensin serta kendaraan untuk jarak yang bisa dicapai dengan kaki. Selain hemat, Anda juga membantu mengurangi polusi akibat asap kendaraan.

8. Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika sedang tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru akan terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.

Trik Agar Gaji Tak Selalu Habis

Bingung gaji bulanan seringkali habis tak bersisa, bahkan masih pertengahan bulan kita sudah teriak gaji habis. Anda mungkin berdalih kalau semuanya serba mahal dan gaji tidak cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan.

Eits tunggu dulu, jangan-jangan semua itu karena Anda kurang baik dalam mengelola keuangan Anda dan bisa jadi juga dipengaruhi gaya hidup Anda yang boros. Padahal, kalau Anda ingat sebelumnya gaji Anda lebih kecil dari sekarang toh cukup-cukup saja.

Agar kebiasaan ini tidak terus menerus dan merugikan Anda, berikut ada beberapa tips untuk mengelola gaji Anda:

Nabung dulu, jangan tunggu sisanya

Kebanyakan orang menabung ketika sisa gaji hampir habis, ini pemikiran yang salah. Mulailah sekarang menyisihkan gaji Anda sesuai kemampuan untuk ditabung. Anda bisa buka rekening baru tanpa menggunakan ATM atau ikut program tabungan recana yang ada di hampir setiap bank.

Budgeting adalah keharusan

Tiap awal bulan kamu harus membuat budgeting yang rapi agar pengeluaranmu bisa terkontrol. Pisahkan kewajiban seperti misalnya hutang dan cicilan. Untuk asuransi dan tabungan juga harus ada porsinya tersendiri

Disiplin dalam perencanaan keuangan

Jika kamu sudah merencanakan keuangan maka kamu harus berdisiplin. Jika jatah untuk bersenang-senang sudah habis jangan memaksakan diri mengambil porsi dari pos pengeluaran lain.

Belanja sesuai kemampuan

Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.

Batasi penggunaan kartu kredit

Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaannya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk.

Jangan remehkan uang receh

Anda tentunya sering menerima kembalian dari swalayan atau sehabis makan di restoran. Coba deh untuk menyimpannya di dompet khusus, uang receh ini bisa Anda gunakan untuk membayar parkir, membeli cemilan atau bisa juga digunakan untuk membeli kebutuhan kecil tak terduga.

Buat dana cadangan

Dana cadangan ini penting banget lho untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga misalnya seperti kondangan, membeli hadiah atau sekedar mengganti ban mobil yang sudah rusak.

Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.


Nah sekarang udah tau kan cara mengelola gaji, coba dipraktekkan ya dan semoga berhasil!

Sumber: http://id.she.yahoo.com/trik-agar-gaji-tak-selalu-habis-

10 Cara Agar Berhasil Bangun Lebih Pagi

Berapa kali Anda bertekad bangun lebih pagi tapi tak pernah bisa menghindari dari godaan tombol "Snooze" di jam alarm?

Niat saja tak cukup untuk membuat angan-angan bangun pagi jadi kenyataan. Kita juga perlu menyertainya dengan sejumlah usaha yang bisa membuat kita mau tak mau harus bangun juga.

Berikut beberapa cara yang mungkin bisa membantu.
1. Tidur efektif
Semua juga tahu kalau ingin bangun lebih pagi kita sebaiknya tidur lebih awal. Tapi percuma saja tidur selama delapan jam jika tidur kita tidak efektif. Jika posisi tidur tak nyaman, bantal terlalu tinggi, atau suhu kamar terlalu dingin, kita akan terbangun berkali-kali di tengah malam, dan tubuh pun merasa kita belum mendapat cukup istirahat.

2. Hindari kopi, red wine, dan cokelat sebelum tidur
Penelitian menunjukkan tiga jenis makanan dan minuman ini adalah yang paling berpotensi mengganggu tidur. Mengonsumsinya di malam hari bisa membuat perut Anda bergejolak di malam hari dan tidur pun tak nyaman.

3. Buka tirai jendela kamar
Begitu matahari terbit, sinarnya akan masuk ke kamar dan membantu Anda terbangun.

4. Geser rutinitas Anda jadi lebih pagi
Jika biasanya Anda memulai aktivitas sehari-hari jam 8 pagi, tambahkan beberapa aktivitas tambahan yang dilakukan di jam 7 pagi. Misalnya jogging, berenang di kolam belakang kompleks, memasak sarapan sendiri, menulis untuk blog, atau apa pun aktivitas yang Anda senangi. Lakukan secara rutin setiap hari hingga jadi bagian gaya hidup Anda.

5. Gunakan 2 alarm
Anda biasa menyimpan jam alarm (atau menggunakan alarm ponsel) di samping tempat tidur? Silakan. Tapi pasang juga satu alarm lain, kalau bisa yang bunyinya lebih kencang, di tempat yang berjarak minimal 5 langkah dari tempat tidur. Mau tak mau Anda harus bangun untuk mematikannya. Tapi setelah itu jangan tidur lagi, ya.

6. Simpan segelas air di samping tempat tidur
Begitu alarm berbunyi, duduklah di tempat tidur dan minum segelas air yang sudah disediakan. Sampai habis. Ini berguna untuk membuat tubuh Anda siap beraktivitas dan tak ingin kembali tidur.

7. "Jump out of bed"
Istilah dalam bahasa Inggris ini bisa diartikan secara harfiah. Setelah mematikan alarm, langsung bangkit dan "melompat" turun, lalu jauhi tempat tidur.

8. Pikirkan hal menarik yang akan terjadi hari ini
Sebelum memutuskan untuk tidur lagi, pikirkan rencana kegiatan yang akan Anda jalani hari ini. Jika Anda bangun lebih pagi, tentunya akan ada lebih banyak waktu untuk bersiap-siap, memilih busana terbaik, menata rambut, dan berdandan dengan lebih maksimal. Menyenangkan, bukan?

9. Jadikan kebiasaan
Oke, Anda sudah berhasil bangun lebih pagi dari Senin hingga Jumat. Weekend bisa bangun jam 10 lagi, dong? Jangan salah. Tubuh bekerja menyesuaikan dengan jadwal yang sudah jadi kebiasaan. Jika Anda sudah membiasakan diri selama seminggu untuk bangun pagi, seterusnya tubuh Anda akan terbangun sendiri di jam yang sama. Namun jika rutinitas itu dirusak (tiba-tiba Anda kembali bangun siang selama 3 hari), tubuh pun akan mengikuti jadwal yang baru.

10. Pikirkan risikonya
Setiap Anda berpikir, "Tidur lagi deh, 15 menit lagi," ingatlah bahwa rata-rata manusia menghabiskan sepertiga hidupnya untuk tidur. Jadi jika Anda diberi usia hingga 70 tahun, Anda akan menghabiskan lebih dari 20 tahunnya untuk tidur. Jadi, lupakan tidur 15 menit lagi. Anda masih punya banyak waktu untuk tidur besok-besok.

Senin, 20 Februari 2012

Ciri-Ciri Orang Kaya

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Gampang. Berikut ini adalah indikasi2 yg bisa membuktikan bahwa Anda adalah orang kaya. Jika Anda tidak merasa memiliki indikasi di bawah ini, berarti Anda masih hidup dalam taraf kemiskinan :
1. ORANG KAYA BISA MEMBERI :
Seseorang bisa dikatakan kaya kalo sudah bisa memberi. Mengapa? Logikanya gini : orang kaya hartanya sudah terlalu banyak dan dia sering bingung harus taruh di mana. Daripada mubazir,
tercecer2, rusak dimakan tikus, atau bahkan dicuri orang, mending berikan saja pada orang yg membutuhkan. Nilainya tidak masalah. Mau kasih orang Rp 100 perak atau Rp 100 ribu. Pokoknya siapapun yg bisa memberi, dia SUDAH PASTI ORANG KAYA.
2. ORANG KAYA TIDAK REWEL :
Kembalian dari toko kurang Rp 50 perak? Pelayan di restoran jorok? Pakaian pramusaji gak rapi? So what? Pada dasarnya, ketika Anda membeli sesuatu, pergi ke restoran, ke hotel, atau ke mana pun, dan ada orang yg "melayani" Anda, logikanya orang itu punya posisi di bawah Anda (namanya juga pelayan....) . Jadi sangat gak wajar kalau kita menuntut orang yg melayani kita itu haruslah orang yg sangat rapi, sangat sopan, cerdas, dan perfeksionis. Bayangkan pembantu di rumah Anda jauh lebih rapi, lebih sopan, dan lebih pintar daripada Anda. Gimana perasaan Anda? Bisa2, teman2 Anda mengira Andalah
pelayannya, bukan Tuannya.
Karena itu, kalo pelayan yg melayani Anda gak rapi, toko yg Anda kunjungi lusuh, pegawai toko tidak tersenyum pada Anda / jutek, atau pramusaji lupa / kurang mengembalikan uang belanjaan Anda, Anda cukup tersenyum pada mereka. Gak apa2. Itu adalah hal wajar, karena mereka ada utk melayani Anda. Dan seorang pelayan tidak harus lebih baik daripada Anda.
3. ORANG KAYA TIDAK BERHITUNG :
Orang kaya gak pernah mikir soal hitung2an. Kalo teman yg minjam uang telat ngembaliin, ya udahlah. Toh cuman 1-2 hari atau 1-2 tahun. Ngapain diributin? Toh uang di rumah masih ada kok. Dan lagi kalo dia gak ngembaliin, ya ngapain harus ngejar dia atau maksa bayar, sampe manggil tukang pukul buat ngancam2 segala? Justru orang kaya punya sikap yg berpasrah. Kalo yg minjam tidak bisa mengembalikan, ya
udah. Pasrahkan saja uangnya. Uang bukan hal besar buat orang kaya. Justru hati yang besar. Itu yg terpenting. Orang berhati besar dapat terlihat dari sikapnya yang bisa berpasrah. Hanya orang kaya yg punya hati besar.
4. ORANG KAYA TIDAK MEMINTA-MINTA :
Orang kaya tidak pernah minta2 pada tetangga atau sodara2nya. Mereka punya harga diri yg cukup tinggi, dan selalu berusaha utk mencukupkan dirinya sendiri. Tidak ada kata susah bagi orang kaya. Bisa makan Nasi dan garam saja sudah menjadi kebanggaan sendiri. Ya lho... itu makanan paling mewah yg pernah ada di dunia ini. Carilah orang2 di dunia, dan tantang mereka utk makan Nasi dan Garam saja. Siapa yg bersedia? Hanya orang2 berhati emas yg mampu bisa menikmati makanan semewah itu. Dan hanya orang2 kayalah yg punya hati yg terbuat dari emas.
5. ORANG KAYA TIDAK IRI :
Mengapa harus iri dengan tetanga yg punya mobil baru? Mengapa harus dengki pula dengan teman yg punya rumah mewah? Kita orang kaya kok. Kita punya semua yg mereka miliki, dan semuanya abadi. Gak perlu takut digusur setiap saat, gak perlu takut kebanjiran, gak perlu pusing mikirin gimana bayar cicilan dan pajaknya setiap bulan. Dan yg pasti, gak perlu takut bakal dicuri atau dibobol orang. Semuanya aman dan ga pake ribet. Yang jaga juga gak tanggung2 : Para Malaikat di Surga dan Tuhan. Semuanya Gratis lagi !! Gak perlu bayar biaya sewa Body-Guard seperti teman2 dan tetangga Anda. Coba pikir... dengan semua kekayaan yg kita miliki dan fasilitas serba "wah" semacam itu, masih perlukah Anda iri pada tetangga dan teman2 Anda?
6. ORANG KAYA TIDAK GAMPANG MARAH :
Orang ngomongin kita? Ngatain kita? Atau
bahkan mencibir kita? Trus kenapa? Anda merasa bermasalah? Saya gak tuh. Karena saya orang kaya. Mengapa? Lha, orang kaya itu punya wawasan yg luas. Justru dengan wawasan luaslah kita bisa kaya seperti sekarang. Bukti kalo orang berwawasan luas adalah dia bisa menerima segala hal, termasuk cibiran, omongan miring, dan gosip tentang dirinya. Dia akan menampung semuanya dan tidak memendamnya. Dia tidak akan frontal membalas semua omongan miring itu. Ngapain ngehabisin tenaga dan waktu buat gituan? Orang kaya justru memusatkan pikirannya utk mencari cara agar bisa menjadi "lebih kaya". Jadi... buat marah2, caci maki orang, atau ngatain orang... gak deh. Itu bukan gawean orang kaya.
7. ORANG KAYA PUNYA PRINSIP :
Orang kaya tahu harus ke mana. Karena itu dia gak gampang dipelintir, dibeli, atau disuap orang. Jalannya jelas, dan komitmennya kuat. Dia akan melihat apa yg
buruk dan yg baik dengan sangat transparan, gak ada istilah zona abu2. Dia punya pertimbangan yg baik dan berani mengambil keputusan serta tanggung jawab dari keputusan yg diambilnya. Gak ada cerita melimpahkan tanggung jawab ke orang lain. Itu gak ada harga diri namanya. Orang kaya kok gak punya harga diri? Memalukan sekali !!!
8. ORANG KAYA MENGHARGAI ORANG LAIN :
Siapapun teman dan lawan kita, di mata orang kaya, semuanya sama. Orang Kaya sangat bisa mengayomi dan berdialog dengan siapapun tanpa prasangka. Orang kaya itu gak picik. Mereka akan sangat antusias menemui lawan yg mengajak bertemu dan berdamai. Mereka juga akan sangat menghargai saran orang2, baik yg membangun apalagi yg menjatuhkan. Dia bahkan akan serta merta memeluk orang2 yg berempati maupun yg tidak bersimpati padanya. Semua orang di matanya sama. Dia memang bukan Tuhan, dan tentu saja porsi
persahabatan dengan teman dan musuh juga dia bedakan. Namun dalam kondisi apapun, ketika orang (baik musuh dan teman sekalipun) membutuhkan dirinya, dia akan selalu ada.
9. ORANG KAYA PUNYA TATA KRAMA :
Dalam tradisi orang Tionghoa, orang itu bisa kaya kalo menghormati orang tua. Gak percaya? Tengoklah tradisi pemberian angpao. Anda baru bisa dapat angpao dari orang tua kalo Anda bersujud 3X dan menyodorkan air teh pada orang tua. Semakin banyak angpao, berarti semakin kayalah Anda. Karena itu, orang Tionghoa sangat menekankan sikap sopan pada orang tua.. Tidak perduli bagaimana kasarnya orang tua mereka, tetapi anak2 selalu menjunjung orang yg lebih tua itu. Mereka akan bersikap sopan, selalu menolong, dan bahkan selalu menghargai para tetua. Tanpa mengeluh. Tanpa dendam. Jadi... jika ingin menjadi kaya, tetap kaya, bahkan semakin kaya, kuncinya hanya 1 :
hormatilah orang tua / orang yg dituakan. Lakukan dengan hati yg iklas. Tanpa menunggu waktu lama, hartamu akan bertambah banyak.
10. ORANG KAYA MENGHARGAI PEMBERIAN TUHAN :
Berapa pun hasil yg kau peroleh hari ini, semuanya berasal dari Tuhan. Tuhan punya kehendak dan bisa membuatmu sukses, serta membuatmu hancur. Ketika kau hormat pada Tuhan, Dia akan memberikan apa yg kau mau. Tetapi jika kau sombong, hanya dengan meniupkan sedikit nafasNya, maka habislah engkau. Karena tahu bahwa semua hartanya berasal dari Tuhan, maka orang kaya selalu punya rasa menghargai dan selalu taat padaNya. Mereka akan rajin memuliakan Tuhan, menyembah Dia, dan selalu memiliki rasa syukur. Semua mereka lakukan, karena Tuhan telah bermurah pada mereka.
Inilah ciri2 Orang Kaya yg benar2 kaya sekaya-kayanya. Jika Anda telah melakukan semua hal ini, maka sudah sangat jelas kalau Anda adalah orang kaya.
Tetapi, jika Anda tidak melakukan semuanya, tidak perduli berapa besar hartamu di tabunganmu, dana investasi, atau reksadanamu, engkau hanyalah orang miskin yg paling hina di dunia ini.

So.... Jika ingin sukses dan jadi orang paling kaya di dunia : lakukanlah hal ini !!! Dan jika semuanya Anda lakukan, sudah dapat dipastikan : Andalah ORANG TERKAYA DI DUNIA !!!