Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Jangan "Ngasal", Bersihkan Rumah Ada Triknya!


Membersihkan rumah bukan semata pekerjaan bersih-bersih. Ada triknya untuk membersihkan ruangan, bukan dikerjakan asal-asalan. Karena, bekerja secara serabutan malah akan memboroskan waktu dan membuang tenaga. Hasilnya juga belum tentu bagus. Berikut langkahnya:
Trik 1
Sebelum proses pembersihan dimulai, kumpulkan semua aksesoris yang menempel di dinding maupun di meja dalam satu wadah. Dengan mengumpulkan aksesoris, pembersihan di rak atau ambalan tempat aksesoris jadi lebih mudah dilakukan. Bahkan, aksesoris jadi aman karena tidak akan tersenggol hingga jatuh rusak atau pecah.
Trik 2
Matikan penyejuk udara (Air Conditioner/AC) atau kipas angin sebelum membersihkan ruangan. Tujuannya, agar debu tak beterbangan saat proses pembersihan dilakukan, seperti menyapu lantai.
Mulailah pembersihan dari arah atas ke bawah. Awali dari langit-langit, dinding, jendela, pintu, dan terakhir lantai. Setelah bersih, bagian jendela dan pintu dilap dengan kain basah, dan lantai dipel.
Trik 3
Jika hendak membersihkan bagian yang tinggi dan tak terjangkau, gunakan alat bantu. Misalnya saja, bangku atau tangga. Jangan berjinjit karena justru membuat kerja melambat dan melelahkan. Selain itu, risiko berjinjit membuat badan tak seimbang. Alih-alih bersih, malahan bisa terjatuh karena badan dalam kondisi tidak seimbang, apalagi dalam keadaan puasa.
Trik 4
Bersihkan karpet pada lantai dengan sapu lidi atau penyedot debu (vacuum cleaner). Setelah bersih, lipatlah karpet. Permukaan atas karpet harus berada di bagian dalam lipatan. Silahkan gulung sesudah itu. Trik ini akan mencegah debu dari sisi bawah karpet menempel ke sisi atas.
Trik 5
Ketika membersihkan aksesoris, gunakan sabun secukupnya agar saat pembilasan tidak terlalu lama. Setelah ruangan bersih dan kering, letakkan kembali aksesoris atau furnitur pada tempatnya. Ruangan jadi lebih bersih, dan nyaman untuk ditinggali.

Minggu, 18 Maret 2012

Arti di Balik Dekapan Si Dia

Satu hari di mana Si Buyung sedang sakit, tumpukan pekerjaan yang tak kunjung usai, ditambah kewajiban lain yang menunggu dituntaskan, rasanya Anda membutuhkan sebuah sandaran untuk mengurangi penat. Kehadiran pasangan pun menjadi demikian penting untuk meringankan beban pikiran. Ketika Anda sedang merasa resah dan membutuhkan ketenangan, sebuah pelukan dari Si Dia rasanya memiliki makna yang lebih tulus dan mendalam.

Berbicara mengenai pelukan, tampaknya semua orang akan sepakat terhadap kekuatan pelukan yang luar biasa. Ketika tubuh saling bersentuhan, hati Anda dan dia pun seakan menyatu tak terpisahkan. Bahkan, seketika kita merasa dada dan lengan Si Dia menjadi tempat ternyaman yang pernah kita singgahi.

Akan tetapi, pelukan seperti apa yang paling tulus dan melahirkan ketenangan? Apa yang ingin ia sampaikan melalui pelukannya? Seringkali mungkin Anda juga bingung dengan tingkah pola Si Dia yang sulit ditebak. Ahli komunikasi Peter A. Andersen, PhD, dan Audrey Nelson, PhD, memaparkan arti dari pelukan Si Dia yang biasa dilakukan di sofa atau di ranjang.

Menyandarkan kepala di dadanya
Sewaktu Anda mengutarakan kecemasan, ia akan menarik kepala Anda dengan lembut menuju dadanya. Pria dengan segala kekuatan dan keinginan untuk melindungi, berpandangan bahwa tempat paling nyaman untuk pasangan adalah di bagian dada. Ia pun akan mengusap lembut punggung atau kepala Anda, seolah mengutarakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pada posisi ini, selain menyandarkan kepala di dadanya, tangan Anda pun dengan leluasa bisa mendekap pasangan.

Dekapan pria yang demikian, menunjukkan bahwa ia dapat diandalkan dalam banyak hal. Pria tipe ini memiliki naluri untuk menunjukkan sikap “jantan” dengan melindungi Anda, juga menunjukkan kelembutannya dengan penuh kasih. Maka jangan ragu menyandarkan kepala Anda di dadanya ketika penat menyerang. Selain Anda nyaman, ia pun akan merasa tersanjung karena dipercaya menjadi tempat bersandar.

Merengkuh dari belakang
Bayangkan posisi Anda yang meringkuk dan ia “menyelimuti“ punggung Anda dari belakang. Pelukan intim ini menunjukkan dia merasa nyaman dengan kedekatan fisik. Dengan posisi seperti ini pula, ia merasa memiliki Anda sepenuhnya, serta bertanggung jawab terhadap keadaan diri Anda. Bisa jadi, dia sedang memiliki dorongan seks yang tinggi.

Bagaimana jika suami begitu menggemari posisi ini dan jarang mendekap Anda dengan cara lain? Ada kemungkinan ia memang menikmati saat-saat dekat dengan Anda namun kurang nyaman mengekspresikan diri secara emosional. Sehingga ia memilih menunjukkan ekspresi cintanya melalui gestur ini. Kadangkala, pria yang mengambil posisi seperti ini justru sebetulnya sedang membutuhkan kenyamanan, lho. Dekapannya seolah menunjukkan ia sedang “mengadu” tanpa kata-kata, karena pria tipe ini cenderung kebingungan mengutarakan kecemasannya.

Jika Anda dan pasangan berada dalam posisi ini, biarkan ia merengkuh Anda dari belakang, namun tetap respon gestur pasangan dengan cara menggenggam tangannya. Jangan sampai abai dengan bahasa tubuhnya hanya karena posisi Anda membelakangi dia.

Menyandarkan kepalanya di pangkuan Anda
Misalnya ketika sedang menonton TV di sofa, ia menyandarkan kepalanya di pangkuan Anda. Bisa jadi, ia sedang membutuhkan perhatian. Pria yang menyenangi posisi seperti ini biasanya berharap pasangan dapat menunjukkan kasih sayang dan bisa menyemangati dirinya. Coba belai kepalanya atau ajak ia berbicara santai sambil menatap matanya, maka ia akan merasa Anda ada untuk menemaninya.

Untuk tipe wanita yang sangat senang memerhatikan pasangan, posisi seperti ini akan membuat mereka sangat bahagia dan merasa dibutuhkan. Kendati demikian, bukan berarti ia begitu tergantung pada Anda, lho. Melainkan ia tipe yang sangat sensitif dan terbuka, sehingga nyaman membagikan keluh-kesahnya.

Merangkul sebelah bahu Anda
Bagi beberapa orang, posisi ini tidak begitu menunjukkan keintiman. Bayangkan ini, Anda duduk berdua dengan suami di sofa, lalu ia meluruskan lengannya ke arah bahu Anda tapi tanpa menyentuh bahu. Seolah, ia merangkul Anda namun dilakukan dengan ogah-ogahan atau sekadar basa-basi.

Pria tipe ini, biasanya memang kurang nyaman dengan kontak fisik ringan yang biasa dilakukan ketika beraktivitas bersama pasangan. Kendati demikian, ia menyadari kebutuhan Anda untuk melakukan kontak dengannya, sehingga ia tetap berupaya untuk menyenangkan Anda.

Yang harus diingat, bukan berarti pelukan seperti ini mengindikasikan ia tidak mencintai Anda. Pasalnya setiap orang memiliki kebiasaan dan pandangan yang berbeda terhadap suatu hal. Namun jika Anda menginginkan ia lebih ekspresif, boleh-boleh saja membicarakan hal ini di saat santai. Kuncinya, jangan terlalu menuntut, tapi lakukan perlahan-lahan. Misalnya Anda membiasakan diri merangkul atau memeluknya pada saat-saat tertentu, sehingga ia terbiasa dengan kontak fisik ringan yang dapat dilakukan di sela-sela kegiatan.

Beda halnya jika posisi ini dilakukan di tempat yang tidak terlalu pribadi, ketika pasangan sedang berbincang dengan rekannya. Posisi yang demikian, justru menunjukkan bahwa ia tetap “ada” untuk Anda meskipun sedang asyik berdiskusi mengenai hal lain.

Kisah Nyata di Balik Film "The Vow"

Hari Valentine biasanya disambut dengan film-film romantis di bioskop. Salah satu yang bisa Anda tonton sebentar lagi adalah The Vow. Film ini mengisahkan Leo (Channing Tatum), yang harus berjuang sekuat tenaga untuk meraih kembali cinta sang istri, Paige (Rachel McAdams). Memori Paige lenyap setelah kecelakaan mobil yang mereka alami.

Film ini ternyata diangkat dari kisah sejati Kim dan Krickitt Carpenter, pasangan pengantin baru dari Las Vegas, New Mexico. Hanya 10 minggu setelah menikah, suatu kecelakaan mobil mengakibatkan Krickitt mengalami koma selama empat bulan. Ketika akhirnya tersadar, ia kehilangan memorinya. Krickitt bahkan tidak tahu siapa Kim, yang selalu mendampinginya saat itu.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika mereka berkendara menuju Phoenix, Arizona, untuk merayakan Thanksgiving bersama orangtua Krickitt. Krickitt, yang mengemudikan mobil, mencoba menghindari sebuah lori yang bergerak lambat. Namun sebuah truk yang mengikuti dalam jarak dekat menabrak mobil mereka dari belakang, membuat mobil itu terguling sekitar 30 meter jauhnya, hingga atap mobil ringsek.

Kim mengalami cidera, tulang iga dan hidungnya patah, dan luka ringan di sana-sini. Namun Krickitt tidak sadarkan diri. Ia harus diangkat dari kendaraan, dan diterbangkan ke rumah sakit. "Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai ketika terbangun dari koma hampir empat bulan sesudahnya, tanpa menyadari dimana aku berada, atau apa yang telah terjadi," kenang Krickitt, yang kini berusia 42 tahun.

Krickitt ternyata mengalami cidera kepala yang begitu parah, hingga pada awalnya tidak mampu mengingat apapun, bahkan untuk memakai pakaian, menggosok gigi, dan berjalan. Namun ketrampilan ini sebenarnya masih tersimpan dalam memori jangka panjangnya, sehingga begitu menjalani terapi intensif, perlahan-lahan Krickitt mampu mengingatnya.

Yang menjadi masalah justru memori jangka pendeknya, karena ternyata jauh lebih parah dan rusak secara permanen. Memorinya selama dua tahun sebelum kecelakaan tersebut hilang seluruhnya, tahun-tahun dimana ia bertemu dan menikahi Kim. Hingga saat ini, 18 tahun setelah peristiwa itu terjadi, memori tersebut tak pernah kembali.

"Ketika ditanya perawat apakah aku ingat suamiku, aku bilang aku tidak menikah," kenang Krickitt. "Aku bisa mengingat nama-nama beberapa mantan kekasihku, tapi aku tak ingat pria yang tidak pernah meninggalkan diriku selama berbulan-bulan di rumah sakit ini."

Ketika ditunjukkan foto-foto dan video pernikahannya, Krickitt tetap tak mampu mengingat apapun. Ia merasa mengenali gadis dalam gaun pengantin yang tengah berjalan memasuki lorong gereja itu sebagai dirinya dalam versi muda. Sayangnya, ia tak bisa mengingat apa yang dirasakan gadis dalam video tersebut.

Krickitt adalah atlet senam berusia 24 tahun ketika bertemu Kim (saat itu 27 tahun), seorang pelatih bisbol. Krickitt bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan pakaian olahraga di Anaheim, California selatan. Mereka berkenalan melalui telepon, saat Kim memesan jaket olahraga untuk sesama pelatih di New Mexico Highlands University. Krickitt. Mereka langsung "klik", dan tetap berhubungan sesudahnya.

Setelah berhubungan jarak jauh selama enam bulan, Kim mengundang Krickitt ke New Mexico. Sejak itu mereka saling mengunjungi setiap akhir pekan, dan menikah tiga bulan sesudahnya.

"(Setelah kecelakaan) Dia bukan hanya tak ingat bahwa kami menikah, tapi juga tidak mengenaliku," timpal Kim, yang kini 46 tahun. "Aku sangat kecewa, tentunya, tapi aku mencoba untuk tidak membesar-besarkannya, karena aku begitu senang ia masih hidup."

Kim bertekad untuk tidak meninggalkan Krickitt, sampai sang istri menatapnya dengan kesadaran penuh dan mengatakan bahwa semuanya telah berlalu. Tekadnya yang kuat untuk merehabilitasi Krickitt ternyata tidak diterima oleh perempuan muda ini. Maklum, cidera kepala tersebut ternyata juga mengubah kepribadian Krickitt. Ia menjadi pemarah, tidak sabaran, dan agresif, sangat berlawanan dari sifatnya yang ceria dan bersemangat dulu.

"Aku tak ingin ia ada di sekitarku, menyuruh-nyuruhku menjalani terapi fisik. Aku menentangnya karena mencoba memberitahuku apa yang harus kulakukan," jelas Krickitt. "Aku mencoba bersikap sopan, karena ia terlihat sangat mempedulikanku. Tapi aku tak punya perasaan padanya."

Kim sendiri mengakui, perannya seolah berubah dari suami menjadi ayah. Ia berkeras memasukkan Krickitt ke rehabilitasi. Mantan pesenam yang lincah itu kini bahkan tidak mampu berdiri. Krickitt membenci terapi tersebut, dan membenci Kim karena memaksanya melakukannya. Krickitt mengusir Kim berulangkali.

Orangtua Krickitt turut berusaha mengingatkan bahwa Kim adalah suaminya, sehingga Krickitt merasa ia pasti sangat mencintai pria itu dulu. Tetapi semakin ia berusaha mengenal dan menyayangi Kim, perasaan itu tak juga hadir. Meski begitu, berpisah bukan pilihan terbaik bagi keduanya.

"Aku sudah mengucapkan janji perkawinan di depan keluarga dan teman-temanku, untuk tetap bersama, dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit," tegas Krickitt, yang akhirnya memutuskan untuk belajar mencintai pria asing ini lagi, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan dan betapa sulit mencapainya.

Sebaliknya Kim juga memegang teguh janji perkawinannya, dan tidak berniat meninggalkan sang istri dalam keadaan terpuruk. Sepahit apapun pertengkaran yang mereka alami, tidak membuatnya berhenti mencoba memperbaiki hubungan.

Pasangan ini menikah kembali tiga tahun setelah kecelakaan itu terjadi, dan tinggal di New Mexico seperti sebelumnya. Krickitt merasa tidak ada koneksi dengan kota tersebut. Ia juga mengalami kesulitan menjalani peran sebagai istri, apakah ia biasa memasak untuk sang suami, apa makanan kesukaan Kim, atau tipe istri seperti apa yang dijalaninya dulu. Krickitt juga belum siap untuk menjadi ibu sampai delapan tahun sesudahnya.

Yang tersulit baginya adalah mengatasi perubahan kepribadiannya. Tiba-tiba ia menjadi tidak sabaran, dan kepercayaan dirinya runtuh. Dulu ia cekatan, sangat senang berolahraga. Sekarang ia merasa begitu canggung dan kekanak-kanakan. Emosinya juga campur-aduk. Ketika bermaksud tertawa, Krickitt justru menangis, dan begitu sebaliknya. Ia merasa frustrasi dengan dirinya, dan terhadap Kim.

Pasangan ini juga menjalani konseling, dimana mereka diminta untuk membangun kenangan baru bersama. Tujuannya agar Krickitt dapat membentuk ikatan emosional yang sesungguhnya dengan Kim. Mereka mengawali hubungan mereka dari nol lagi, berkencan, nonton film, bowling, dan jalan-jalan.

Perlahan, rasa cinta pada Kim mulai tumbuh. Krickitt mengakui, cinta yang dirasakannya tidak berbunga-bunga seperti dulu. "Saat bersamanya, jantungnya tidak berdebar-debar, kakiku tidak terasa lemas. Aku ingin sekali merasakannya, tapi bukan itu kenyataannya. Kini aku membuat keputusan untuk mencintainya," papar Krickitt, yang terus belajar untuk mencintai pria ini.

Sebelas tahun setelah kecelakaan terjadi, pasangan ini akhirnya dikaruniai anak. Menjadi ibu ternyata merupakan pencerahan bagi Krickitt. Ia merasakan suatu tanggung jawab, yang mendewasakan dirinya. Dua anak hadir dalam kehidupan mereka, yaitu Danny (11) dan LeeAnn (8). Krickitt juga kembali bekerja sebagai pelatih kebugaran, yang mampu mendongkrak kembali kepercayaan dirinya.

Kini Krickitt memiliki banyak kenangan baru bersama Kim. Hubungan mereka memang tak pernah sama seperti sebelum kecelakaan terjadi, namun ia merasa lebih kuat menjalaninya. Ia berharap, kisah hidupnya yang difilmkan dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk memegang teguh janji perkawinan, dan berkomitmen sebagai orang dewasa.


Sumber: http://female.kompas.com/read/2012/02/14/12301524/Kisah.Nyata.di.Balik.Film.The.Vow.

6 Hadiah Murah tapi Romantis untuk Si Dia

Meski sebenarnya mengungkapkan kasih sayang bisa dilakukan setiap saat, namun tak ada salahnya untuk mengungkapkan dengan cara berbeda ketika ada momen khusus untuk merayakannya. Yang perlu Anda ingat, hadiah yang mahal bukan jaminan untuk bisa membahagiakan pasangan. Hadiah dengan harga yang murah juga bisa bernilai mahal asalkan didasari dengan perasaan cinta yang tulus, dan cara yang romantis. Tidak percaya? Coba dulu pilihan hadiah berikut ini.

1. Catatan romantis
Daripada menghabiskan uang untuk membeli kartu ucapan yang indah dan mahal, luangkan untuk menulisnya sendiri. Katakan kepada si dia bahwa momen istimewa seperti ulang tahun atau hari Valentine bisa menandai awal catatan romantis satu tahun ke depan melalui berbagai cara yang sederhana, seperti tulisan tangan pribadi. Catatan kecil ini bersifat pribadi, romantis, dan pastinya murah. Tidak puas hanya dengan kartu? Coba buat jurnal pribadi atau blog.

2. Sarapan di tempat tidur
Sebuah cara klasik yang bisa dilakukan untuk pasangan suami istri adalah dengan makan bersama. Namun, makan bersama yang istimewa biasanya membutuhkan biaya yang cukup mahal. Kenapa tidak mencoba untuk menyiapkan sarapan romantis untuk pasangan di tempat tidur? Buatlah sarapan yang praktis, mudah, dan lezat, dan tempatkan dalam sebuah wadah yang indah. Jangan lupakan untuk memberikan setangkai bunga mawar indah diiringi sebuah pesan romantis.

3. Cari tempat yang spesial
Bawa pasangan untuk menemukan tempat indah dan tenang sebagai tempat pelarian yang romantis. Atau, ajak ia napak tilas ke tempat-tempat kenangan saat masih pacaran. Tidak harus keluar kota, menikmati roti bakar di warung depan kampus juga jadi! Kemudian beri kejutan manis padanya dengan membawakan semacam memorabilia, benda kenangan yang dulu membuat Anda selalu terkenang padanya.

4. Kirimkan bunga

Bunga merupakan cara yang bagus untuk membuat orang tahu bahwa Anda mengasihinya. Tak perlu memilih rangkaian bunga yang rumit dan mahal. Pilih saja buket atau setangkai bunga yang sederhana, dan kirimkan sendiri kepada pasangan. Ini merupakan cara yang pribadi dan bisa mengejutkan pasangan dengan cara yang spesial.

5.
Membaca bersama
Tak ada salahnya untuk menghabiskan waktu dengan membaca novel romantis bersama, sambil berbagi hal-hal penting untuk Anda. Pilih novel favorit Anda dan pasangan untuk dibaca bersama-sama. Bayangkan apa yang akan terjadi sesudahnya. Selain bisa saling membahas kejadian yang menimpa tokoh-tokohnya, berangan-angan mengenai kelanjutan kisah tersebut, langsung setelah membaca kalimat demi kalimat, Anda juga bisa membandingkannya dengan perjalanan kasih Anda sendiri. Seringkali kita begitu terjebak dalam kesibukan sehari-hari, sehingga tak sempat berdialog mengenai mimpi-mimpi Anda berdua, ataupun kepedihan-kepedihan Anda. Membaca memfasilitasi koneksi yang lebih dalam dan intim.

6. Buat sesuatu bersama-sama
Pasangan suami istri tentu sudah biasa melakukan kegiatan berdua, dari bersih-bersih rumah sampai menemani anak tidur. Khusus pada hari Valentine, cobalah untuk melakukan hal yang istimewa yang sudah lama tak Anda lakukan, misalnya memasak bersama, atau menyanyi sambil diiringi petikan gitarnya. Atau, bila biasanya Anda paling malas masuk ke dapur, coba siapkan hidangan favoritnya.

Tak Cukup Perlakukan Pasangan sebagai "Suami"

Pacaran merupakan saat-saat terindah, karena di sinilah sifat-sifat romantis tercipta. Ketika memasuki gerbang pernikahan, perlahan-lahan romantisme dan berbagai perbuatan manis ini akan berkurang atau justru menghilang. Hal ini antara lain disebabkan para suami yang merasa bahwa Anda sudah jadi miliknya, sehingga tidak perlu diperjuangkan kembali.

Kesalahan pandangan inilah yang bisa membunuh romantisme, dan tak jarang menyebabkan sering terjadinya pertengkaran atau bahkan perceraian. Padahal sebenarnya menurut konsultan pernikahan Indra Noveldy, keromantisan dalam rumah tangga sangat diperlukan untuk mempererat dan mengharmoniskan hubungan rumah tangga.

"Ketika memutuskan untuk menikah, maka kita harus berkomitmen untuk hidup bersamanya selama sisa hidup kita. Tak jarang ada rasa bosan, maka beragam kejutan yang romantis bisa digunakan untuk menghidupkan rasa cinta kembali seperti ketika pacaran," jelas Indra dalam acara yang diadakan Molto di City Plaza, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Indra, ketika menikah banyak pasangan yang tidak menjadikan pasangan hidupnya seperti kekasih yang harus dijaga setiap saat agar tidak berpaling. "Seorang pasangan yang harmonis haruslah memiliki pasangan yang diperlakukan dengan kriteria PISIK," bebernya.

PISIK merupakan kepanjangan dari partner, istri, sahabat, ibu, dan kekasih. Hal ini tentu tak terbayangkan oleh kebanyakan pasangan menikah yang hanya memperlakukan pasangan sebagai istri dan ibu dari anak-anak saja. Kesalahan ini tidak hanya dilakukan pria terhadap istrinya, tapi juga perempuan terhadap suaminya.

1. Partner. Dalam kehidupan, setiap orang akan mengalami jatuh bangun. Sudah selayaknya ketika menikah, pasangan menjadi partner yang siap membantu untuk menghadapi setiap masalah yang dialami. Setiap hari Anda selalu bersama dengannya di rumah, maka pastikan bahwa pasangan adalah partner yang terbaik untuk menjalani hidup dan mengatasi masalah bersama-sama, baik masalah keluarga, pribadi, maupun pekerjaan. Ketika menjalani kehidupan rumah tangga sebagai partner, hal ini menjadi suatu bentuk romantisme tersendiri.

2. Istri/suami. Saat menikah, status seseorang pasti akan berubah dari kekasih menjadi istri atau suami. Sudah sepantasnya jika pasangan diperlakukan seperti "jabatannya", yaitu sebagai istri ataupun suami dalam kehidupan rumah tangga. Dengan adanya rasa menghargai dan menghormati sesuai "jabatannya", masalah rumah tangga bisa diminimalisasi.

3. Sahabat. Setiap orang pasti memiliki sahabat tempat mencurahkan semua perasaan, cerita kehidupan, sampai problem yang dihadapi. "Dengan adanya sahabat, setiap masalah pasti akan terasa lebih cepat selesai, dan perasaan menjadi lebih lega," tambahnya. Dengan memperlakukan pasangan sebagai sahabat terbaik, tidak ada lagi hal yang ditutupi dari pasangan, sehingga komunikasi akan terjaga baik.

4. Ibu/Ayah. Salah satu kriteria pasangan hidup yang dicari adalah, pasangan yang lebih dewasa dan mampu mengayomi Anda untuk menjadi orang yang lebih baik. Tak salah jika kita mencari figur ibu atau ayah dalam diri pasangan, dan memperlakukannya seperti itu terutama ketika sudah memiliki anak.

5. Kekasih. Sebagian besar pasangan melupakan status istri atau suami sebagai kekasih. Padahal, meski sudah berstatus sebagai istri atau suami sebaiknya kita tidak menghilangkan perasaan terhadap pasangan sebagai kekasih. Dengan menjadikan pasangan sebagai kekasih, Anda pasti akan berjuang sekuat tenaga untuk membahagaiakan pasangan, dan menekan pertengkaran dengan hal-hal romantis yang dilakukan.

"Perlakukan pasangan sebagai kekasih seumur hidup yang harus selalu dipupuk cintanya agar semakin tumbuh. Karena cinta sebenarnya juga butuh diisi ulang, caranya dengan memperlakukannya seperti kekasih dan melakukan hal romantis," pungkas Indra.